Home › Peristiwa › Pengajian Rutin Kejati Riau Hadirkan Ulama TerkemukaÂ
Tanda Pada Tubuh Jelang Kematian, Begini PenjelasannyaÂ
Pengajian Rutin Kejati Riau Hadirkan Ulama TerkemukaÂ
Pengajian Rutin Kejaksaan Tinggi Riau di Masjid Al Mizan, Pekanbaru.
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau, melaksanakan Pengajian Rutin yang disampaikan oleh Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail, diikuti seluruh pegawai muslim, Senin (20/11/2023) dimulai sekira pukul 08.00 WIB.
Dalam kajiannya, Syaikh Maulana Husen Al Muqri Bin Ismail menjelaskan kondisi tubuh manusia menjelang kematiannya.
- Baca juga:
"Saat waktu ajal datang, umumnya terdapat ciri-ciri seseorang yang akan meninggal dunia menurut Islam. Namun terkadang, ciri atau tanda ini tidak menjadi hal yang pasti terkait kematian seseorang. Tanda tersebut umumnya terlihat pada beberapa bagian tubuh." tutur Syaikh.
Kemudian disampaikannya, penting mempersiapkan diri sebelum tanda itu tampak secara lahir.
"Ada baiknya seseorang waspada terhadap ciri-ciri akan datangnya kematian agar bisa semakin mendekatkan diri pada Allah SWT. Simak ciri-ciri orang yang akan meninggal dunia menurut Islam berikut ini agar kita bisa terus bertaqwa dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT." terangnya.
Ia mengurai lebih lanjut, bahwa datangnya kematian menghampiri seseorang akan terlihat dari perubahan sikap dan kebiasaan.
"Ciri-ciri orang yang akan meninggal dunia menurut Islam, sehingga ia bisa menyiapkan segala sesuatu sebelum datang kematiannya yaitu Nafsu Makan Meningkat, Terasa Denyut di Ubun-ubun, Tubuh Terasa menggigil, Denyut di Bagian Pusar, Terasa Denyut di Dahi dan Berkeringat di Dahi." jelasnya.
Diakhir kajiannya, Syaikh Maulana Husen mengajak kepada jamaah yang hadir untuk mempersiapkan diri sebelum tanda-tanda kematian tersebut datang.
"Hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, takwa dalam arti senantiasa berupaya dan berusaha untuk selalu menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan kondisi dengan cara senantiasa berzikir dan melaksanakan segala perintahnya. Takwa dalam arti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap persoalan yang kita hadapi dengan cara berdoa, memohon pertolongan dan bermunajat kepadanya. Sehingga akan menimbulkan ketentraman dan ketenangan dalam setiap kehidupan kita." kata Syaikh Maulana Husen Al Muqri mengakhiri kajian tausiyah.






Komentar Via Facebook :