Home › Nasional › Pemprov Riau Bahas Pembangunan Jembatan Sei Pakning-BengkalisÂ
Desakan Sejumlah Alasan LogisÂ
Pemprov Riau Bahas Pembangunan Jembatan Sei Pakning-BengkalisÂ
Kapal Ro-Ro moda transportasi penyeberangan Sei Pakning - Bengkalis
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau Edy Natar Nasution mewacanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan daerah Sungai Pakning dengan Pulau Bengkalis yang ada di Kabupaten Bengkalis.
Pemprov Riau sudah mulai melakukan pembahasan bersama dengan pihak-pihak terkait.
- Baca juga:
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau SF Hariyanto mengatakan, untuk menindaklanjuti rencana tersebut, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengakalis dan Siak. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri dinas terkait di lingkungan Pemprov Riau.
"Saat ini masyarakat di Pulau Bengkalis, jika hendak ke Pulau Sumatra harus menggunakan moda transportasi laut kapal Ro-Ro. Namun, saat ini jumlah Ro-Ro terbatas dan harus melayani banyaknya angkutan penumpang, kendaraan dan barang," terang Sekdaprov Riau SF Hariyanto.
Padatnya jumlah angkutan setiap hari menyebabkan penumpukan panjang di pelabuhan Ro-Ro, baik menuju Pulau Bengkalis maupun sebaliknya. Menyikapi kondisi itu, menurutnya perlu membahas segala persiapan yang akan menunjang rencana pembangunan jembatan Sei Pakning-Bengkalis.
"Maka saya ingin kita bangun kerja sama antara kabupaten dan provinsi. Kita harus persiapkan desain, amdal, DED, dan kita jalankan kerjasama ini, yang terpenting sama-sama punya niat. Inilah yang akan kita buat ke depan," ujarnya.
Untuk menunjang pembangunan jembatan dimaksud, SF Hariyanto merencanakan pembangunan jalan mulai dari Simpang Buatan-Simpang Pusako. Ruas jalan tersebut akan dibangun menjadi dua jalur.
"Jika jembatan sudah menunjang, maka jalannya harus menunjang juga. Kami rencanakan dari Simpang Buatan-Simpang Pusako dibikin dua jalur, dibangun rigid. Jika tidak dimulai, maka tidak akan jadi-jadi rencana ini. Jika kita tak bersatu, saya yakin tak akan jadi ini," ungkapnya.
Plt Gubernur Riau Edy Natar Nasution berpendapat, ada sejumlah alasan perlunya dilakukan pembangunan jembatan tersebut.
Pertama, alasan historis. Dikatakan Edy Nasution, Bengkalis merupakan kabupaten induk pada saat awal Provinsi Riau berdiri sekaligus menjadi kabupaten terluas. Kedua, berdasarkan alasan ekonomis, brand penghasil komoditas buah berduri yang melekat dan populer dengan durian Bengkalis bisa mendongkrak ekonomi masyarakat sangat terbuka untuk dikembangkan, termasuk komoditas khas ikan Bengkalis.
Ketiga, adalah alasan strategis. Bengkalis merupakan pulau terluar yang menjadi etalase negara dengan potensi internasional yang besar.
Kemudian alasan kompromistis, Bengkalis merupakan Kabupaten penghasil minyak dan gas (Migas) terbesar di Indonesia diperlukan perhatian serius menopang pembangunan kabupaten itu.
Agaknya, menjadi alasan logis, bahwa Pulau Bengkalis memerlukan aksesibilitas transportasi yang mendukung lalu lintas barang dan jasa dari dan ke pulau tersebut dengan prasarana jembatan terbaik.






Komentar Via Facebook :