https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Bupati-Wabup Kampar Turun Langsung, Bantuan Beras Disalurkan ke Warga Rentan •   Jalur Lama Ditutup, Arus Dialihkan! Ditlantas Polda Riau Pastikan Overpass STA 203+285 Siap Dilintasi •   Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar •   AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu
Home › Ekonomi › Edy Natar: Riau Bentuk Program Ekstra Peningkatan Produksi Padi
Ekonomi
Pekanbaru

Libatkan Seluruh Bupati dan Walikota 

Edy Natar: Riau Bentuk Program Ekstra Peningkatan Produksi Padi

Kamis, 09 November 2023 | 09:59 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Edy Natar: Riau Bentuk Program Ekstra Peningkatan Produksi Padi

Keterangan Foto: Plt Gubernur Riau, Edy Natar Nasution.

PEKANBARU, Tabloid Diksi - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Edy Natar Nasution langsung bergerak cepat dengan mencanangkan Gerakan Daerah dalam rangka penyediaan pangan melalui program ekstra peningkatan produksi padi di Provinsi Riau. Hal itu disampaikannya, Rabu (08/11/2023) setelah kembali dari Jakarta menghadap Menteri Dalam Negeri.

“Karena ini merupakan Gerakan Daerah, maka kita meluncurkan program ekstra yang langsung kita mulai dari sekarang, dengan target sasaran dengan harapan mulai menampakkan hasil berupa peningkatan produksi padi pada tahun 2024 dan juga berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Plt Gubernur memulai keterangan.

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Disampaikannya, mengacu data BPS sesuai Angka Tetap tahun 2022 dan Angka Sementara 2023, produksi beras kita sekitar 213 ribu ton, dimana Riau baru dapat memenuhi kebutuhan beras sekitar 25 (dua puluh lima) persen dari produksi sendiri. Sementara itu target pada akhir periode RPJMD (tahun 2024) kita harus bisa mencapai 50 (lima puluh persen).

"Dengan sisa waktu ini, memang sulit bagi kita mencapai target sasaran sebesar itu, namun demikian, justru kita harus bertindak cepat dengan melaksanakan program ekstra, terutama dalam bentuk Gerakan Daerah secara bersama-sama," ujarnya. 

Untuk itulah, lanjut Edy Natar, perlu diambil langkah-langkah strategis guna mengatasi akar permasalahan mengapa Provinsi Riau sulit mencapai target produksi pangan khususnya padi yang menghasilkan beras.

“Setelah kami cermati di lapangan dengan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, permasalahan dan kendala utama kita adalah keterbatasan infrastruktur pertanian, yaitu fungsi sistem irigasi yang belum memadai. Ketersediaan air merupakan faktor terpenting bagi para petani untuk menjaga produksi terutama melalui skenario teknis peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Padi. Kita harus mampu menanam minimal dua kali setahun, sehingga ketersediaan air adalah kuncinya, sementara, saat ini fungsi jaringan irigasi di Provinsi Riau masih belum optimal, bahkan hanya tiga puluh persen yang berfungsi dengan baik dan mungkin malah di bawah itu,” urainya.

Menurut Edy Natar, ia akan memfokuskan penanganan permasalahan tersebut bersama-sama dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau terutama yang merupakan sentra atau klaster produksi padi.

“Riau memiliki Luas Baku Sawah sekitar 62 ribu hektar dengan puluhan klaster atau sentra. Paling luas sawah kita ada di Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian Rokan Hilir, Pelalawan, Siak dan diikuti kabupaten/kota lainnya. Petani akan menanam padi jika air tersedia sepanjang tahun. Maka, kita harus melakukan terobosan," lanjutnya. 

“Karakteristik sawah di Provinsi Riau memang agak berbeda dengan Provinsi lain. Banyak yang tersebar dengan berbagai luasan tertentu. Maka penanganan irigasinya tentu juga spesifik dan berbeda jika dibanding dengan kawasan dalam bentuk hamparan sentra yang luas. Kita akan menggarap dan menerapkan pembangunan *Sumber Air Tanah Dalam* melalui irigasi perpompaan dan juga irigasi permukaan di berbagai klaster padi termasuk sistem irigasi perpipaan di beberapa tempat, tergantung kebutuhan pada sawah tersebut, guna menyentuh penyelesaian permasalahan ketersediaan air di tempat tersebut,” terang Plt Gubri.

Bahkan Edy Natar telah memerintahkan Sekretaris Daerah Provinsi Riau beserta OPD terkait, untuk mempersiapkan langkah-langkah pengembangan model irigasi tersebut, dengan melakukan refocusing anggaran guna pembiayaannya mulai awal tahun 2024.

“Pak Sekda dan Dinas serta satker terkait termasuk Balai yang merupakan instansi vertikal, sedang mempersiapkan itu semua. Kita akan memfokuskan sumber-sumber anggaran untuk program ini. Bisa melalui skema penganggaran di Dinas PUPR Provinsi, Bantuan Keuangan untuk Kabupaten/Kota, Dinas Pangan, OPD lainnya, instansi vertikal, atau mungkin dengan skema pembiayaan Bantuan Keuangan Khusus bagi desa-desa yang kita berikan," lanjut Edy Natar. 

Tambahnya lagi, bahwa pemerintah harus langsung gerak di lapangan dengan perlu membangun dan mengembangkan sekitar 2.000-an unit untuk area sawah yang sulit terjangkau saluran irigasi.

"Ini harus kita lakukan, kalau tidak, kita sulit meningkatkan produksi padi. Harapannya, dengan intervensi program ini, Riau mencapai target 40 (empat puluh) persen produksi dapat dipenuhi dari Provinsi kita sendiri pada akhir tahun 2024 nanti, dan meningkat terus di tahun berikutnya," ujar Plt Gubernur Riau menutup rincian penjelasannya.

Menindak lanjuti program ekstra itu akan dilaksanakan bersama-sama dengan para Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau guna saling membantu. Rencana dalam waktu dekat, Plt Gubernur Riau akan mengumpulkan para Bupati dan Walikota untuk menyamakan persepsi mencapai target sasaran. Bekerjasama dengan TNI dan  Kepolisian. Korem 031/WB akan turut membantu Pemerintah Daerah dan para petani dalam Gerakan Daerah. Sebagai langkah teknis, Pemerintah Provinsi Riau akan segera menggarap potensi padi ladang atau padi gogo guna melengkapi program ekstra tersebut.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sorotan

    Jukir Masuk Kampus 

    Kamis, 09 Nov 2023 | 07:14 WIB
  • Hukum

    Oknum Legislator Pelalawan Dua Periode Dilaporkan Gunakan Ijazah SMP Orang Lain Urus Paket C

    Kamis, 09 Nov 2023 | 02:44 WIB
  • Peristiwa

    Puskesmas Rejosari Penuhi Kriteria Paripurna 

    Rabu, 08 Nov 2023 | 23:43 WIB
  • Ekonomi

    Afrizal Sintong Lantik Pengurus BUMD SPR Rohil 

    Rabu, 08 Nov 2023 | 23:00 WIB
  • Peristiwa

    Kajati Riau Lantik Azrijal Kajari Baru Pelalawan 

    Rabu, 08 Nov 2023 | 22:10 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
  • Sekali Tangkap, Muncul Enam Pengakuan Penggelapan Kendaraan: Residivis Diciduk Polsek Payung Sekaki 

    Sekali Tangkap, Muncul Enam Pengakuan Penggelapan Kendaraan: Residivis Diciduk Polsek Payung Sekaki 

    Senin, 21 Sep 2026 | 12:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com