Home › Daerah › 9 Kabupaten/Kota di Riau Capai Target Penurunan Angka StuntingÂ
Fokus Bangun SDM Generasi MudaÂ
9 Kabupaten/Kota di Riau Capai Target Penurunan Angka StuntingÂ
Asisten II Setdaprov Riau, M Job Kurniawan.
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Asisten II Setdaprov Riau Job Kurniawan menyampaikan, tengkes (stunting) merupakan ancaman bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Sehubungan dengan hal tersebut, pencegahan tengkes salah satu isu strategis dalam pembangunan di Provinsi Riau.
Hal tersebut disampaikan Job Kurniawan dalam acara Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Penuruan Stunting (TPPS) Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau Tahun 2023 di Pekanbaru, Selasa (07/11/23).
- Baca juga:
“Saat ini mencegah tengkes menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkatan pemerintahan dalam menyusun rencana dan anggaran pembangunan nasional maupun daerah,” terang Asisten II Setdaprov.
Diketahui, pemerintah telah menetapkan prevalensi angka stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi tengkes di Indonesia tahun 2022 sebesar 21,6 persen. Sedangkan prevalensi angka tengkes di Provinsi Riau tahun 2022 sebesar 17 persen, angka ini turun jika dibandingkan tahun 2021 sebesar 22,3 persen.
Menurutnya, permasalahan utama yang menyebabkan tingginya angka tengkes di Indonesia adalah rendahnya kesadaran mengenai tengkes, kebijakan yang belum konvergen dalam memberikan dukungan terhadap pencegahan tengkes, serta permasalahan komunikasi dalam perubahan perilaku baik tingkat individu, tingkat masyarakat, dan tingkat pelayanan kesehatan.
Disebutkan Job Kurniawan, sebanyak 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau telah mencapai target penurunan prevalensi tengkes. Adapun sembilan tersebut di antaranya, Kabupaten Kuansing turun 4,6 persen (22,4 persen tahun 2021 dan 17,8 persen 2022), Indragiri Hulu turun 6,9 persen (23,6 persen 2021 dan 16,7 persen 2022).
Berikutnya, penurunan terjadi di Kabupaten Pelalawan 10,0 persen (21,2 persen 2021 dan 11,2 persen 2022), Kampar turun 11,2 persen (25,7 persen 2021 dan 14,5 persen 2022), Rokan Hulu turun 3,8 persen (25,8 persen 2021 dan 22,0 persen tahun 2022).
Selanjutnya Kabupaten Bengkalis turun 13,5 persen (21,9 persen 2021 dan 8,4 persen 2022), Rokan Hilir turun 15,0 persen (29,7 persen 2021 dan 14,7 persen 2022), Kepulauan Meranti turun 5,8 persen (23,3 persen 2021 dan 17,5 persen 2022), dan Kota Dumai turun 10,2 persen (23,0 persen 2021 dan 12,8 persen tahun 2022).
“Sementara itu masih terdapat tiga kabupaten/kota yang masih mempunyai pekerjaan rumah untuk meningkatkan atau mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada sebagai upaya percepatan penurunan tengkes yang menjadi target provinsi dan target nasional,” papar Asisten II.
“Jangan hanya sekadar menurunkan angka, dari 17 menjadi 14, atau jadi berapapun. Tapi kejarlah bahwa tidak ada lagi tengkes didaerah masing-masing,” pungkasnya.
Karena itulah, Job Kurniawan menginginkan agar pemerintah dan stakeholder terkait tidak hanya terfokus atau hanya sekadar mengejar angka penurunan tengkes, akan tetapi juga harus menjaga dan memperhatikan kualitas, sebab akan berpengaruh untuk generasi muda.






Komentar Via Facebook :