Home › Daerah › Sholat Iedul Fitri, Pj Bupati Kampar Ajak Seluruh Masyarakat Menjadi Pribadi Muttaqi
Sholat Iedul Fitri, Pj Bupati Kampar Ajak Seluruh Masyarakat Menjadi Pribadi Muttaqi
Pj Bupati Kampar Dr H Kamsol saat memberikan sambutan, Sabtu (22/4) pagi.
Bangkinang, Tabloid Diksi - Penjabat (Pj) Bupati Kampar DR. H. Kamsol, MM memimpin Sholat Iedul Fitri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar di Mesjid Al Ikhsan Markaz Islamic Center Bangkinang, Sabtu (22/4) pagi.
Dalam sambutannya sebelum melaksanakan Sholat Iedul Fitri, Pj. Bupati Kampar mengungkapkan, "Hari raya Idul Fitri adalah wujud kemenangan dan ekspresi rasa syukur kaum muslimin kepada Allah atas keberhasilannya menaklukkan hawa nafsu dan mengembalikan fithrah (kesucian jiwa) melalui serangkaian aktifitas ibadah, amal shaleh dan mujahadah selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadan yang baru saja kita lewati."
- Baca juga:

Pj. Bupati Kampar juga mengajak seluruh jemaah Sholat Iedul Fitri untuk memperhatikan, "betapa Allah SWT membandingkan orang yang mensucikan dirinya dengan orang yang mengotorinya laksana orang yang melihat dengan orang yang buta, laksana terang berbanding gelap, laksana teduh berlawan panas. Sungguh sebuah metafora yang patut kita renungkan."
Lebih lanjut, Kamsol menyampaikan dalam arahannya bahwa segala aktifitas ibadah yang kita laksanakan hendaknya tidak terjebak pada rutinitas ritual yang kering makna.
"Sebaliknya, amaliyah ibadah yang kita laksanakan seharusnya mampu mengaktualisasikan maqashid (tujuan asasi) dan hikmah tasyri di balik setiap pelaksanaan ibadah. Yaitu, untuk menata dan memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan," tambahnya.
Menjelang akhir sambutannya, Kamsol juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil hikmah dari bulan Ramadan.

"Ramadan adalah kampus kehidupan manusia. Sukses Ramadan sesungguhnya tidak diukur pada saat sedang berlangsung, akan tetapi justru dilihat dari sebelas bulan yang akan dijalaninya ke depan. Adakah kita mampu melakukan perubahan dan perbaikan diri menjadi pribadi muttaqi? Adakah kita tetap konsisten menjaga amaliah kebajikan selama Ramadan untuk tegaknya kemaslahatan dan keluhuran diri serta lingkungannya? Mari kita jadikan Idul Fitri adalah momentum emas untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan kita dengan saling peduli, berbagi, dan memperbaiki kehidupan bersama-sama," tutupnya. NN


Komentar Via Facebook :