Home › Hukum › Berdarah, Rampok Tembak Pembawa Kotak ATM Berisi Ratusan Juta
Berdarah, Rampok Tembak Pembawa Kotak ATM Berisi Ratusan Juta
Keterangan Foto: Korban penembakan perampok mesin ATM di Klinik Sari Husada Pekanbaru, Minggu (5/3)
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Upaya perampokan terjadi disebuah ATM. Satu orang petugas pengisian ATM berinisial KN (34) menjadi korban penembakan.
Dari peristiwa itu uang senilai seratus juta pun berhasil dibawa kabur oleh pelaku. Sementara itu KN mengalami luka tembak.
- Baca juga:
Plh Kasatnarkoba Kompol Manapar Situmeang membenarkan adanya upaya perampokan tersebut. Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu, (05/03/2023), disebuah ATM BRK Syariah, yang bersebelahan di klinik Sari Husada Jl. Sultan Syarif Qasim, Kec. Limapuluh, Pekanbaru.
"Iya benar, korban dilarikan kerumah sakit bhayangkara akibat luka tembak yang dialaminya," katanya, Minggu (5/3).
Manapar mengatakan, berdasarkan kronologis keterangan saksi, sekitar pukul 06.40 WIB saksi bersama dua rekanya mengendarai mobilnya Daihatsu Grand Max dan akan melakukan pengisian di sebuah gerai ATM Bank Panin.
Tak lama kemudian, tiga orang laki-laki tidak dikenal mendatangi gerai ATM dengan alasan hendak mengambil uang, namun dua diantaranya menunggu diluar.
Lanjutnya lagi, kata Manapar, pelaku masuk ke ATM dan mengatakan kepada saksi bahwa ingin ngambil uang di ATM.
Kemudian saksi menyuruh menunggu karna saat ini mau dilakukan pengisian.
"Diduga ada upaya menguasai ATM, tiba-tiba pelaku langsung mengeluarkan senpi dan menembakkan ke arah saksi," katanya.
Satu buah selongsong peluru ditembak kan kearah KN hingga terduduk disebuah pagar Klinik Husada dan mengeluarkan banyak darah.
Sementara itu, melihat itu rekan lainnya sempat kabur dan meninggalkan TKP karena ketakutan.
Satu menit kemudian, rekan-rekannya kembali dan melihat KN telah tersandar dengan bersimbah darah.
Sementara, pelaku sudah melarikan diri dengan masing-masing kendaraannya dan berhasil membawa satu kotak uang pengisian ATM.
Selanjutnya KN pun dilarikan kerumah sakit Bhayangkara.
"Adapun kerugian sekitar kurang lebih 100 juta rupiah," pungkas Kasatnarkoba ini.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

Komentar Via Facebook :