Home › Peristiwa › PPLI Fokus Investigasi dan Kondisi Psikologis Keluarga, Ajak Media Jaga Perasaan Keluarga
PPLI Fokus Investigasi dan Kondisi Psikologis Keluarga, Ajak Media Jaga Perasaan Keluarga
Ilustrasi
Rohil, Tabloid Diksi - PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) mengaku masih terus menunggu hasil investigasi insiden di Balam. Hal ini disampaikan oleh Manager PR dan Legal PPLI, Minggu (26/2).
Dari kronologis dan video CCTV yang kami dapatkan peristiwa terjadi dihari Jumat (24/2) saat jam istirahat sholat. Manager PR dan Legal PPLI Arum Tri Pusposari kepada media.
- Baca juga:
"Semestinya para korban tidak bekerja dan berada di lokasi tersebut sesuai arahan kerja yang diperintahkan oleh Supervisor di lapangan untuk istirahat/ stop kerja. Latar belakang (kejadian-red) ini yang masih didalami tim investigasi," cakapnya.
Baca Juga: Santunan dan Beasiswa Dari PPLI, Sejak Berdiri Selama 30 Tahun Raih Penghargaan Zero Accident
Namun apapun yang diperoleh tim investigasi, kami tetap akan mengevaluasi secara internal. Bila ada unsur kurangnya kehati-hatian karyawan dalam peristiwa itu, mewakili perusahaan kami meminta maaf dan akan membuat kami semakin ketat melakukan pengawasan dalam menerapkan SOP.
"Jika ada unsur lain, kami menyerahkan kepada pihak berwenang untuk menindaklanjuti," terangnya.
Baca Juga: Tiga Pekerja PPLI Tewas Terjatuh Saat Istirahat, Berikut Namanya
Yang terpenting saat ini, lanjut Arum fokus pada investigasi yang masih berlangsung dan kedua pada kondisi psikologis dan kesehatan keluarga korban.
"Almarhum juga memiliki anak, istri. Perhatian kami kepada mereka. Bagaimana mereka bisa lebih sabar dan sanggup menghadapi musibah ini. Santunan dan beasiswa juga kami berikan," imbuhnya.
Kepada teman-teman wartawan, Arum meminta untuk menghentikan menyebarkan foto dan video korban. "Kami mohon untuk menjaga perasaan keluarga korban," pintanya.
Sesuai standar SOP, tambah Arum memang pekerja untuk masuk ke ruang limbah yang tertutup harus mengenakan APD yang sesuai, guna mencegah terpapar gas beracun.
“Hal Ini mutlak dan wajib dilakukan oleh semua pekerja PPLI dan ini selalu ditekankan oleh HSE PPLI kepada semua karyawan. Nah dalam kasus di Balam, perlu penelusuran lebih lanjut kenapa prosedur tersebut tidak dilakukan oleh korban saat turun ke dalam tangki," imbuhnya.
Sejauh ini, lanjut Arum, SOP yang berlaku dan ditaati oleh seluruh karyawan mampu membawa perusahaan termasuk yang minim risiko kecelakaan kerja.
"Bila aturan ditaati setiap karyawan, maka dipastikan kecelakaan kerja dapat diminimalisir. Dan selama hampir tiga puluh tahun hadirnya PPLI di Indonesia, ini kejadian pertama," tandas Arum.
Apa yang terjadi di lapangan, akan menjadi evaluasi bagi PPLI untuk meningkatkan pengawasan dan kemampuan karyawan dalam menghadapi situasi emergency. (*)






Komentar Via Facebook :